Tampilkan postingan dengan label Kutub Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutub Selatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Maret 2014

Penguin Adélie

Adélie Penguin
Penguin Adélie
Status konservasi
Penguin Adélie
Risiko Rendah (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Ordo: Sphenisciformes
Famili: Spheniscidae
Genus: Pygoscelis'
Nama binomial
Pygoscelis adeliae
(Hombron & Jacquinot, 1841)
Penguin Adelie adalah spesies penguin yang umum di sepanjang pantai Antartika secara keseluruhan. Distribusi mereka berada di paling selatan pantai Antartika di antara penguin kaisar (Aptenodytes forsteri), skua kutub (Stercorarius maccormicki), petrel badai wilson (Oceanites oceanicus), dan petrel salju (Pagodroma nivea). Adapun burung ini ditemukan pada 1840 oleh penjelajah Perancis, yaitu Jules Dumont d'Urville. Ia menamai penguin ini untuk istrinya, Adéle.


Taksonomi

Penguin Adélie adalah salah satu dari tiga spesies dalam genus pygoscelis. Bukti Mitokondria dan nuklir DNA menunjukkan bahwa genus ini berpisah dari penguin lainnya 38 juta tahun yang lalu, sekitar 2 juta tahun setelah dari nenek moyang dari genus Aptenodytes. Pada gilirannya, penguin Adelie memisahkan diri dari anggota lain dari genus 19 juta tahun yang lalu.

Deskripsi

Panjang mereka 25 inci (70 cm) dan beratnya antara 4-5,5 kilogram. Bulu di bagian belakang kepala yang agak memanjang yang bertumbuh apabila sudah dewasa menjadi jambul. Penguin yang belum 14 bulan, tidak memiliki dagu hitam, dan juga cincin putih di sekitar matanya.

Makanan

Penguin Adélie makan kril, cumi-cumi, dan ikan. Mereka dapat menyelam hingga 575 kaki (175 m) untuk mencari makan. Paruh mereka agak gemuk, tapi tepiannya kasar, salah satu kegunaannya adalah untuk menangkap ikan yang licin. Badan mereka memang khusus dirancang untuk berburu. Ilmuwan percaya bahwa penguin adélie makan lebih sedikit pada musim dingin daripada musim lainnya. Mangsanya adalah singa laut, skua, dan terkadang, paus pembunuh.

Perkembangbiakan

Penguin Adelie tiba di alasan mereka berkembang biak pada bulan Oktober atau November, pada akhir musim dingin dan awal musim semi. Pada bulan Desember, bulan terpanas di Antartika (sekitar -2 ° C), orang tua bergiliran mengerami telur, satu pergi untuk memberi makan dan yang lain tetap lainnya untuk menghangatkan telur. Para orangtua yang mengerami tidak makan. Pada bulan Maret, orang dewasa dan kembali muda mereka ke laut. Penguin Adelie hidup di es laut tetapi perlu tanah bebas es untuk berkembang biak. Dengan penurunan es laut dan kelangkaan makanan, populasi penguin Adelie sudah turun 65% selama 25 tahun terakhir. .

Migrasi

Penguin Adélie hidup di Laut Ross di kawasan Antartika dan bermigrasi rata-rata sekitar 13.000 kilometer selama tahun saat mereka mengikuti matahari dari koloni mereka untuk alasan musim dingin mencari makan dan kembali lagi. Perjalanan mereka yang terpanjang telah tercatat hingga 17.600 kilometer. Penguin Adélie sering tersesat juga, ini disebabkan karena mereka menjadikan matahari sebagai pedoman. Jadi apabila malam tiba, terkadang penguin jenis ini tersesat.

Sumber : wikipedia.org

Sabtu, 01 Maret 2014

Penguin Kaisar

Penguin Kaisar
penguin kaisar
Status konservasi
penguin kaisar
Risiko Rendah (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Sphenisciformes
Famili: Spheniscidae
Genus: Aptenodytes
Spesies: A. forsteri
Nama binomial
Aptenodytes forsteri
Gray, 1844
penguin kaisar
Habitat Penguin Kaisar
Koloni berkembang biak berwarna hijau

Penguin kaisar yang mempunyai nama latin Aptenodytes forsteri, termasuk jenis yang terbesar di antara famili penguin, yaitu dengan tinggi badan mencapai lebih dari 1 meter dan bobot lebih dari 35 kg. Sama seperti jenis penguin lainnya, penguin kaisar juga memiliki kaki yang berjaring dan bulu tebal di seluruh tubuhnya yang kedap air, dan merupakan spesies burung yang tidak dapat terbang.
Penguin kaisar dideskripsikan pada tahun 1844 oleh zoolog Inggris George Robert Gray.
Namun ciri yang paling terlihat untuk membedakan penguin kaisar dengan jenis penguin lain adalah garis kuning samar pada bagian lehernya. Berbeda dengan penguin raja, di mana garis kuning pada leher penguin ini lebih mencolok dan membentuk lengkungan tegas di lehernya daripada Penguin kaisar.

Tempat Tinggal

Populasi Penguin kaisar hanya terdapat di Benua Antartika - kutub selatan bumi, merupakan daerah terdingin di belahan dunia paling selatan dengan suhu terendah mencapai -73° celcius. Mereka bersarang di sepanjang wilayah tepi pantai benua Antartika.
Penguin kaisar dapat bertahan hidup di suhu dingin tersebut karena lapisan lemak setebal 2-3 cm pada tubuhnya berguna untuk menyimpan panas dan memisahkan udara dingin dari luar.

Makanan

Makanan utama penguin kaisar adalah ikan, udang, dan cumi-cumi. Anatomi sayap yang pendek memungkinkan penguin jenis ini untuk berenang hingga sejauh 15 km dan menyelam sampai pada kedalaman 900 kaki selama 18 menit. Oleh karena itu, ikan yang dimakannya lebih besar daripada yang dimakan oleh penguin-penguin dengan ukuran tubuh lebih kecil.

Reproduksi

Periode masa kawin pada penguin kaisar terjadi sepanjang tahun pada bulan Juni-Agustus. Penguin jantan dewasa akan mengepak-kepakan sayap untuk menarik perhatian betinanya, kemudian ketika mereka sudah menemukan satu pasangan yang tepat keduanya akan membuat ikatan dengan cara saling menepukan sayap di bagian belakang leher. Penguin adalah spesies burung yang setia pada satu pasangan.
Setelah mengalami masa kawin, penguin betina akan bertelur dan telur dari penguin kaisar berbentuk seperti buah pir. Masa mengerami adalah tugas dari penguin jantan, selama kurang lebih 3 bulan, telur akan dierami di atas kaki penguin dan dilindungi oleh bagian bawah perut mereka. Kemudian penguin-penguin jantan tersebut akan membentuk koloni besar untuk menjaga suhu telur tetap hangat, sementara penguin betina secara berkelompok akan pergi hingga sejauh 90 mil untuk mengumpulkan makanan.
Ketika telur menetas, penguin jantan yang telah dibekali cadangan makanan akan menjaga anak mereka sampai sang ibu kembali.Begitu pula sebaliknya, saat penguin betina kembali untuk mengurus bayi penguin, penguin jantan pun pergi untuk mencari makan, terus-menerus secara bergantian hingga 13 bulan lamanya dan bayi penguin tumbuh menjadi penguin yang mandiri.

Habitat

Terdapat 40 koloni pertangkaran di sekitar Antartika, dan dalam satu koloni tersebut masing-masing berjumlah hingga 10.000 ekor Penguin Kaisar dewasa. Koloni ini akan terus bersama-sama dan saling menghangatkan satu sama lain dengan cara berdiri saling berimpitan, terutama ketika penguin jantan sedang mengerami telur. Pada bulan Januari-Februari, penguin akan bermigrasi ke arah selatan bumi untuk mencari makanan.
Bayi penguin tidak pernah diajarkan cara berenang, menyelam ataupun berburu oleh orangtuanya. Secara otomatis, penguin akan beradaptasi dengan sendirinya untuk bertahan hidup. Jika mereka lelah berjalan, penguin-penguin akan meluncur di atas es menggunakan bagian dadanya.
Populasi penguin kaisar bergantung pada jumlah ikan yang ada di laut, jika penangkapan ikan oleh manusia terus dilakukan secara besar-besaran maka populasi penguin pun dapat berkurang jumlahnya. Secara umum penguin tidak memiliki banyak musuh, singa laut adalah musuh utama mereka. Akan tetapi dengan kelincahan mereka di dalam air, penguin dapat dengan mudah menghindarinya.

Fakta

1. Tidak ada seorang pun tahu secara pasti dari mana penguin mendapatkan namanya, tetapi kemungkinan berasal dari bahasa latin pinguis yang berarti gemuk.
2. Nenek moyang penguin telah hidup sejak 60 juta tahun yang lalu di zaman prasejarah, yaitu waimanu.
3. Penguin kaisar memiliki penglihatan yang sangat bagus sehingga memungkinkan dia untuk melihat di dalam kedalaman laut yang gelap.
4. Semua spesies penguin tidak memiliki gigi, mereka menangkap ikan dengan paruhnya yang tajam dan kemudian langsung ditelannya.
5. Jumlah populasi penguin telah menurun 50% selama kurun waktu 50 tahun terakhir. Penyebab utamanya justru karena berkurangnya luas wilayah yang tertutup es di Antartika karena pemanasan global.

Sumber : wikipedia.org

Penguin

Penguin
Rentang fosil: Paleosen-sekarang
penguin
Gentoo Penguin, Pygoscelis papua
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Infrakelas: Neognathae
Ordo: Sphenisciformes
Sharpe, 1891
Famili: Spheniscidae
Bonaparte, 1831


Penguin atau pinguin (ordo Sphenisciformes, famili Spheniscidae) adalah hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang dan secara umum hidup di belahan Bumi selatan.
Di seluruh dunia terdapat 16 spesies penguin tergantung pada apakah dua spesies Eudyptula dihitung juga sebagai spesies. Walaupun seluruh jenis penguin awalnya berasal dari belahan bumi selatan, namun penguin tidak hanya ditemukan di daerah dingin atau di Antartika saja. Terdapat tiga spesies penguin yang hidup di daerah tropis. Salah satu spesies hidup di Kepulauan Galapagos (Penguin Galapagos) dan biasanya menyeberangi garis khatulistiwa untuk mencari makan.
Spesies penguin terbesar adalah Penguin Kaisar (Aptenodytes forsteri) dengan tinggi mencapai 1,1 meter dan berat 35 kilogram atau lebih.
Spesies penguin terkecil adalah Penguin Peri (Eudyptula Minor) dengan tinggi sekitar 40 cm dan berat satu kg. Secara umum, penguin yang berukuran besar lebih dapat mempertahankan suhu tubuhnya sehingga dapat bertahan di daerah dingin, sementara penguin yang berukuran lebih kecil biasanya ditemukan di daerah yang lebih hangat bahkan daerah tropis.
Umumnya penguin memakan krill (sejenis udang), ikan, cumi-cumi dan hewan air lainnya yang tertangkap ketika berenang di laut dengan paruhnya. Penguin dapat meminum air laut karena kelenjar supraorbital pada tubuhnya menyaring kelebihan garam laut dari aliran darah. Garam ini lalu dikeluarkan dalam bentuk cairan lewat saluran pernapasan penguin.
Penguin terlihat tidak takut dengan kehadiran manusia. Mereka akan mendekat pada kelompok peneliti yang sedang mempelajari mereka.
Namun satu bentuk pertengkaran besar antar penguin akan terjadi jika seekor ibu penguin kehilangan anaknya (karena tidak bisa bertahan dalam badai besar atau dimakan oleh hewan pemangsa). Jika seekor anak hilang, maka ibu penguin akan "mencuri" seekor anak penguin dari ibu penguin yang lain. Tingkah laku ini menarik perhatian ilmuwan. Menariknya, penguin-penguin betina lain dalam kelompok penguin tersebut tidak menyukai "pencurian" ini dan akan menolong dan "membela" ibu penguin yang anaknya dicuri.
Tubuh penguin sangat sesuai untuk berenang dan hidup di air. Sayapnya merupakan pendayung dan tidak mampu untuk terbang. Di daratan penguin menggunakan ekor dan sayapnya untuk menjaga keseimbangan ketika berjalan.
Setiap penguin memiliki warna putih di sebelah dalam tubuhnya dan warna gelap (biasanya hitam) di sebelah luar tubuh. Hal ini berguna untuk kamuflase. Hewan pemangsa seperti singa laut dari dalam air akan sulit untuk melihat penguin karena perutnya yang berwarna putih bercampur dengan pantulan permukaan air laut. Sedangkan permukaan gelap pada punggungnya juga menyamarkan penguin dari pandangan hewan pemangsa di atas air.
Penguin mampu berenang dengan kecepatan 6 hingga 12 km/jam bahkan pernah tercatat hingga 27km/jam. Penguin yang berukuran kecil biasanya menyelam selama satu hingga dua menit dari permukaan air untuk menangkap makanan. Penguin yang berukuran lebih besar, yaitu penguin emperor bisa menyelam lebih dalam hingga 565 meter selama 20 menit.

Berjalan dan meluncur

Untuk menghemat energi, kadang-kadang penguin berjalan dengan kaki pendeknya atau meluncur di salju dengan perutnya.

Kemampuan penginderaan

Penguin memiliki pendengaran yang amat baik. Jika berada di daratan, penguin amat mengandalkan pendengarannya. Mata penguin beradaptasi untuk penglihatan bawah air dalam mencari makanan dan menghindar dari pemangsa. Kemampuan daya penciuman penguin hingga saat ini masih belum banyak diketahui dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Jenis kelamin

Untuk melihat jenis kelamin penguin sangat sulit, karena penguin tidak memiliki kelamin eksternal. Akibatnya untuk membedakan jenis kelamin penguin, manusia harus memakai teknik pemeriksaan kromosom/DNA

Jenis-jenis penguin

  • Penguin Raja, Aptenodytes patagonicus
  • Penguin Kaisar, Aptenodytes forsteri
  • Penguin Gentoo, Pygoscelis papua
  • Penguin Adelie, Pygoscelis adeliae
  • Penguin Chinstrap, Pygoscelis antarctica
  • Penguin Rockhopper, Eudyptes chrysocome
  • Penguin Fiordland, Eudyptes pachyrhynchus
  • Penguin Snares, Eudyptes robustus
  • Penguin Royal, Eudyptes schlegeli
  • Penguin Erect-Crested, Eudyptes sclateri
  • Penguin Makaroni, Eudyptes chrysolophus
  • Penguin Mata Kuning, Megadyptes antipodes
  • Penguin Kecil (Penguin Biru atau Penguin Peri), Eudyptula minorrr
  • Penguin White Flippered, Eudyptula albosignata
  • Penguin Afrika (Penguin Jackass), Spheniscus demersus
  • Penguin Magellanic, Spheniscus magellanicus
  • Penguin Humboldt, Spheniscus humboldti
  • Penguin Galapagos, Spheniscus mendiculus
.


sumber : wikipedia.org


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls