| Durian |
Durian, Durio zibethinus
|
| Klasifikasi ilmiah |
|
|
| Nama binomial |
Durio zibethinus
Rumph. ex Murray |
Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (
King of Fruit).
Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang
menyukainya, namun sebagian yang lain malah muak dengan aromanya.
Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga
Durio. Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah
Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (
D. kutejensis), kerantungan (
D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (
D. graveolens), serta lahung (
D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada
D. zibethinus.
Nama-nama lokal
Terdapat banyak nama lokal. Nama terbanyak ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai
duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan
kadu (bahasa Sunda). Di Sumatera dikenal sebagai
durian dan
duren (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya
duriang, sementara orang Toraja
duliang. Di Kota Ambon dan kepulauan Lease biasa disebut sebagai
Doriang. Di Pulau Seram bagian timur disebut
rulen.
Penyebaran
Pusat keanekaragaman durian adalah Pulau Kalimantan.
Daerah-daerah sekitarnya juga memilki beberapa plasma nutfah durian,
seperti Mindanao, Sumatera, dan Semenanjung Malaya meskipun tidak
semelimpah Kalimlantan. Meskipun demikian, pengekspor utama durian
adalah Thailand, yang mampu mengembangkan kultivar dengan mutu tinggi dan sistem budidaya yang baik. Tempat lain yang membudidayakan durian dengan orientasi ekspor adalah Mindanao di Filipina, Queensland di Australia, Kamboja, Laos, Vietnam, India, dan Sri Lanka.
Di Filipina, pusat penghasil durian adalah di daerah Davao di Pulau Mindanao. Festival Kadayawan merupakan perayaan tahunan untuk durian di Davao City.
Pemerian morfologi
Pohon tahunan, hijau abadi (pengguguran daun tidak tergantung musim) tetapi ada saat tertentu untuk menumbuhkan daun-daun baru (periode
flushing atau peronaan) yang terjadi setelah masa berbuah selesai. Tumbuh tinggi dapat mencapai ketinggian 25–50 m tergantung spesiesnya, pohon durian sering memiliki banir (akar papan). Pepagan (kulit batang) berwarna coklat kemerahan, mengelupas tak beraturan. Tajuknya rindang dan renggang.
Daun berbentuk jorong hingga lanset, 10-15(-17) cm
× 3-4,5(-12,5) cm; terletak berseling; bertangkai; berpangkal lancip
atau tumpul dan berujung lancip melandai; sisi atas berwarna hijau
terang, sisi bawah tertutup sisik-sisik berwarna perak atau keemasan dengan bulu-bulu bintang.
Bunga (juga buahnya) muncul langsung dari batang (
cauliflorous) atau cabang-cabang yang tua di bagian pangkal (
proximal), berkelompok dalam karangan berisi 3-10 kuntum berbentuk tukal
atau malai rata. Kuncup bunganya membulat, sekitar 2 cm diameternya,
bertangkai panjang. Kelopak bunga bentuk tabung sepanjang lk. 3 cm, daun
kelopak tambahan terpecah menjadi 2-3 cuping berbentuk bundar telur.
Mahkota bentuk sudip, kira-kira 2× panjang kelopak, berjumlah 5 helai, keputih-putihan. Benang sarinya banyak, terbagi ke dalam 5 berkas; kepala putiknya membentuk bongkol, dengan tangkai yang berbulu. Bunga muncul dari kuncup dorman,
mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Pada siang hari
bunga menutup. Bunga ini menyebarkan aroma wangi yang berasal dari kelenjar nektar di bagian pangkalnya untuk menarik perhatian kelelawar sebagai penyerbuk utamanya.Kajian di Malaysia pada tahun 1970-an menunjukkan bahwa penyerbuk durian adalah kelelawar
Eonycteris spelaea.
Penelitian tahun 1996 lebih jauh menunjukkan bahwa hewan lain, seperti
burung madu Nectariniidae dan lebah turut serta dalam penyerbukan tiga
kerabat durian lainnya.
Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong, dengan panjang hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm. Kulit buahnya tebal, permukaannya bersudut tajam ("berduri", karena itu disebut "durian", walaupun ini bukan duri dalam pengertian botani), berwarna hijau kekuning-kuningan, kecoklatan, hingga keabu-abuan.
Buah berkembang setelah pembuahan
dan memerlukan 4-6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan terjadi
persaingan antarbuah pada satu kelompok, sehingga hanya satu atau
beberapa buah yang akan mencapai kemasakan, dan sisanya gugur. Buah akan
jatuh sendiri apabila masak. Pada umumnya berat buah durian dapat
mencapai 1,5 hingga 5 kilogram, sehingga kebun
durian menjadi kawasan yang berbahaya pada masa musim durian. Apabila
jatuh di atas kepala seseorang, buah durian dapat menyebabkan cedera
berat atau bahkan kematian.
Setiap buah memiliki lima ruang (awam menyebutnya "kamar"), yang menunjukkan banyaknya daun buah yang dimiliki. Masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji,
biasanya tiga butir atau lebih, lonjong hingga 4 cm panjangnya, dan
berwarna merah muda kecoklatan mengkilap. Biji terbungkus oleh arilus (salut biji,
yang biasa disebut sebagai "daging buah" durian) berwarna putih hingga
kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi, namun pada kultivar unggul ketebalan arilus ini dapat mencapai 3 cm. Biji dengan salut biji dalam perdagangan disebut
ponggè. Pemuliaan
durian diarahkan untuk menghasilkan biji yang kecil dengan salut biji
yang tebal, karena salut biji inilah bagian yang dimakan. Beberapa
varietas unggul menghasilkan buah dengan biji yang tidak berkembang
namun dengan salut biji tebal (disebut "sukun").
Keanekaragaman
Durian sangat beraneka ragam. Sebagaimana disebut di muka, beberapa spesies selain durian benar (
D. zibethinus) juga dianggap sebagai durian. Di Indonesia tercatat ada 20 spesies anggota
Durio (dari hampir 30-an jenis), sembilan di antaranya dapat dimakan. Durian yang benar pun memiliki banyak variasi. Lembaga penelitian di Indonesia, Malaysia, dan Thailand
telah merilis berbagai kultivar durian unggul. Selain itu terdapat pula
ras-ras lokal yang dikenal baik namun belum mengalami tahap seleksi
untuk meningkatkan kualitasnya.
Kultivar unggul nasional
Terdapat lebih dari 55 varietas/jenis durian budidaya. Hingga 2005
terdapat 38 kultivar unggul yang telah diseleksi dan diperbanyak secara
vegetatif. Beberapa di antaranya:
- 'Gapu ', dari Puncu, Kediri, Jawa Timur
- 'Hepe', bijinya kempes dengan daging tebal
- 'Kelud', dari Puncu, Kediri, Jawa Timur
- 'Ligit', dari Kutai
- 'Mawar', dari Long Kutai
- 'Ripto', dari Trenggalek
- 'Salisun', dari Nunukan
- 'Selat', dari Jaluko, Muaro Jambi
- 'Sememang', dari Banjarnegara
- 'Tong Medaye', dari Lombok, NTB
|
- 'Bentara', dari Kerkap, Bengkulu Utara
- 'Bido Wonosalam', dari Jombang, Jawa Timur
- 'Perwira', dari Simapeul, Majalengka
- 'Petruk', dari Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Jepara, Jawa Tengah
- 'Soya', dari Ambon, Maluku
- 'Sukun', bijinya kempes dengan daging tebal
- 'Sunan', dari Boyolali
- 'Kani' ("chanee", durian bangkok)
- 'Otong', (alihnama dari durian "monthong", durian bangkok, di Malaysia disebut klon D159)
|
Ras lokal
Beberapa ras lokal
belum diseleksi, sehingga masih bervariasi dan keunggulannya belum
terjamin. Biasanya dinamakan sesuai lokasi geografi. Beberapa di
antaranya adalah:
- Durian parung
- Durian lampung
- Durian jepara
- Durian palembang
- Durian padang
Kultivar unggul dari luar negeri
Di Malaysia, kultivar durian unggul hasil seleksi diberi kode nomor dengan huruf D di depannya. Beberapa di antaranya adalah
- 'D24'
- 'D99'
- 'D123'
- 'D145'
- 'D158'
- 'D159' (klon sama dengan varietas 'Montong').
- 'D169'
- 'MD-UR 888' (Durian Terbaik Dunia)
Budidaya dan perbanyakan
Durian adalah buah tropis, tumbuh di sekitar khatulistiwa hingga ketinggian 800 m dpl., serta menjauh hingga garis lintang 18° di Thailand dan Queensland.
Syarat tumbuh dan pemupukan
Curah hujan yang disukai sekurang-kurangnya 1500 mm,
yang tersebar merata sepanjang tahun. Akan tetapi, periode kering 1-2
bulan akan merangsang perbungaan lebih baik. Musim raya buah durian
biasa terjadi setelah tahun dengan musim kemarau yang berkepanjangan.
Musim panen antara dapat terjadi dengan produksi buah yang biasa-biasa
saja.
Tanaman ini memerlukan tanah yang dalam, ringan dan berdrainase baik. Derajat keasaman
optimal adalah 6-6,5. Tanah masam, seperti latosol atau podsolik merah
kuning memerlukan pengapuran agara tanaman tumbuh baik. Durian muda juga
memerlukan lindungan alam, agar pohon atau cabang-cabangnya yang sarat
buah tidak patah diterpa angin yang kuat. Muka air tanah tidak boleh
kurang dari 150 cm karena air tanah yang terlalu rendah berakibat buah
kurang manis.
Pemupukan
dilakukan dengan membuat parit kecil di sekeliling pohon lalu ditaburi
pupuk kimia. Pupuk kandang diberikan pada waktu penanaman bibit.
Pemupukan dengan kadar NPK yang sama diberikan segera setelah musim berbuah, sedangkan pemupukan dengan kadar P yang lebih tinggi diberikan setelah
flushing selesai untuk mempersiapkan pembungaan.
Penanaman dan pemeliharaan
Penanaman durian secara komersial di perkebunan dilakukan dengan
jarak tanam 10 m × 10 m hingga 12 m × 12 m, tergantung dari ukuran
tanaman/kultivarnya. Apabila tanaman masih kecil, tumpang sari dapat dilakukan. Pengendalian gulma juga perlu dilakukan.
Pemeliharaan mencakup pemupukan, pemangkasan (pembentukan dan
peremajaan), pengairan (bila diperlukan), dan pengendalian hama dan
penyakit. Tajuk durian yang baik adalah berbentuk kerucut membulat, dengan cabang utama mendatar ke samping.
Perbanyakan
Perbanyakan durian di desa-desa umumnya dengan menggunakan biji. Perbanyakan dengan biji juga dilakukan untuk memperoleh batang bawah dalam perbanyakan vegetatif. Biji durian bersifat
recalcitrant,
hanya dapat hidup dengan kadar air tinggi (di atas 30% berat) dan tanpa
perlakuan tertentu hanya sanggup bertahan seminggu sebelum akhirnya embrionya mati. Dengan demikian biji harus segera disemaikan setelah buahnya dibuka.
Pohon durian mulai berbuah setelah 4-5 tahun, namun dalam budidaya dapat dipercepat jika menggunakan bahan tanam hasil perbanyakan vegetatif. Teknik-teknik yang dipakai adalah pencangkokan (jarang dilakukan), penyusuan (jarang dilakukan), penyambungan sanding (
inarching), penyambungan celah (
cleft grafting), atau okulasi (
budding). Teknik yang terakhir ini sekarang yang paling banyak dilakukan. Beberapa penangkar sekarang juga menerapkan penyambungan mikro (
micrografting).
Teknik ini dilakukan pada saat batang bawah masih berusia muda sehingga
mempercepat masa tunggu. Tercatat bahwa durian hasil perbanyakan
vegetatif mampu berbunga setelah 2-3 tahun.
Durian juga memungkinkan diperbanyak secara
in vitro (kultur jaringan).
Hama dan penyakit
Hama yang menyerang durian di antaranya adalah ulat penggerek buah (gala-gala), ulat penggerek bunga, dan kutu loncat durian (menghisap cairan daun muda).
Penyakit utama durian adalah busuk akar dan batang
Pythium complectens, mati bibit (juga oleh patogen yang sama), penyakit blendok/kanker
Phytophthora palmivora, dan jamur upas yang menyerang batang/cabang.
Kegunaan
Durian terutama dipelihara orang untuk buahnya, yang umumnya dimakan
(arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar. Salut biji ini umumnya
manis dan sangat bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak,
protein, dan mineral.
Pada musim raya durian, buah ini dapat dihasilkan dengan berlimpah,
terutama di sentra-sentra produksinya di daerah. Secara tradisional,
daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya
bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut
lempok), atau memfermentasikannya menjadi
tempoyak.
Selanjutnya, tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan
masakan seperti sambal tempoyak, atau untuk campuran memasak ikan.
Durian pun kerap diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti
gelamai atau
jenang. Terkadang, durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut (ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini, durian (atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya.
Bijinya bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar, atau dicampurkan dalam kolak durian. Biji durian yang mentah beracun dan tak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena (
cyclopropene). Biji durian mengandung sekitar 27% amilosa. Kuncup daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran.
Durian (Durio zibethinus)
| Nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz) |
| Energi |
615 kJ (147 kcal) |
| Karbohidrat |
27.09 g |
| - Serat pangan |
3.8 g |
| Lemak |
5.33 g |
| Protein |
1.47 g |
| Air |
65g |
| Vitamin C |
19.7 mg (33%) |
| Kalium |
436 mg (9%) |
Hanya bagian yang dapat dimakan, mentah atau beku.
Brangkasan: 68% (Shell and seeds)
Sumber: USDA Nutrient database
Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa. |
Beberapa bagian tumbuhan kadang-kadang dimanfaatkan sebagai bahan
obat tradisional. Akarnya dimanfaatkan sebagai obat demam. Daunnya,
dicampur dengan jeringau (
Acorus calamus), digunakan untuk menyembuhkan
cantengan
(infeksi pada kuku). Kulit buahnya untuk mengobati ruam pada kulit
(sakit kurap) dan susah buang air besar (sembelit). Kulit buah ini pun
biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid dan menggugurkan kandungan. Abu dan air rendaman abu ini juga digunakan sebagai campuran pewarna tradisional.
Beberapa masyarakat di Jawa menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai pengusir (
repellent) nyamuk dengan meletakkannya di sudut ruangan.
Kayu gubalnya berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan. Ringan, namun tidak begitu awet dan mudah diserang rayap.
Biasa digunakan sebagai perabot rumah, peti-peti pengemas, dan bahan
konstruksi ringan di bawah atap, asalkan tidak bersentuhan dengan tanah.
Nilai gizi
Setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g
lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar
520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor.
Serba-serbi buah durian
Masalah bau
Karena baunya yang keras menyengat dan cenderung busuk (bagi beberapa
orang), sejumlah perusahaan dan maskapai penerbangan melarang orang
membawa durian, misalnya di kabin pesawat udara, di kendaraan angkutan
umum ataupun dibawa ke hotel.
Bagi penggemar durian, agar tidak menimbulkan hal-hal tak
menyenangkan dengan orang yang tak menyukai bau durian, dipercaya ada
sebuah cara yang mudah untuk menghilangkan bau durian di jari-jari
tangan dan mulut. Jari tangan dibersihkan dengan mengaduk-aduk air di
dalam pangsa durian (yakni ceruk kulit buah bagian dalam, bekas tempat
daging dan biji durian menempel) dan air adukan tersebut tidak dibuang,
tetapi digunakan untuk berkumur, hal itu dinilai efektif.
Panen durian
Di Kabupaten Ketapang Kalbar panen durian setiap tahun muncul pada
bulan Januari atau Februari. Untuk tahun 2006, di luar kebiasaan, buah
selang (buah bukan musim) ternyata cukup banyak dihasilkan. Meskipun
panen buah kali ini tidak besar (karena buah selang) namun karena banyak
lokasi kebun yang berbuah maka cukup banyak juga yang tersedia di
pasaran. Panen terbesar kali ini datang dari tanaman masyarakat di
Kecamatan Sukadana yang juga merupakan sentra produksi durian di Kabupaten Ketapang.
Di kawasan ini selain dibudidayakan masih banyak buah durian yang
tumbuh liar. Harganya cukup bervariasi 3 butir Rp 10.000, sementara yang
besar berkisar antara rp 5000- Rp 10.000. Buah durian ini termasuk
spesies endemik di Kabupaten Ketapang, beberapa jenis durian liar ada di
kawasan kabupaten Ketapang. Jenisnya beraneka, seperti durian teratong,
durian lahong, durian lei, durian tembranang. Beberapa jenis durian
tersebut meskipun tidak komersial, tetapi merupakan sumber gen plasma
nuftah yang sangat berguna bagi pemulyaan. Nama ilmiah spesies liar
cukup bnayak antara lain durian burung, durian kura kura kura yang
buahnya dipangkal batang atau di pangkal akar. Durio kutejensis ( durian
pekawai) , Durio oxlevanus, Durio graveolens, dan Durio dulcis
(lahong). Aneka jenis spesuies liar banyak terdapat di hutan dengan
warna, bau dan bentuk yang beraneka. Karena banyaknya spesies di kawasan
ini maka membuktikan bahwa Kabupaten Ketapang adalah salah satu tempat
penyebaran durian. Para ahli kini sedang meneliti beberapa jenis varitas
liar tersebut.
Memilih durian
Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam memilih buah durian
terbaik. Masing-masing orang percaya bahwa cara pemilihannya dapat
menghasilkan buah terbaik.
Durian adalah buah musiman yang dulunya dipanen sekali setahun.
Sekarang panen durian dapat dilakukan hingga dua kali setahun. Hal ini
meningkatkan persaingan di antara para penjual eceran.
Memilih buah yang tepat amat penting apabila penjual menjual buah
sebagaimana adanya, tanpa boleh dibuka. Sekarang penjual umumnya mau
membuka buah untuk membuktikan isinya. Dengan cara ini, keahlian dalam
memilih pun menjadi kurang penting.
Orang dapat memilih durian dengan mudah di kebun. Buah dari pohon
yang sama umumnya mempunyai ciri-ciri yang serupa. Lazimnya buah di
kebun dibiarkan masak dan jatuh dari pohonnya ("duren jatuhan").
Pemilihan buah di luar kebun lebih rumit. Berikut ini adalah sebagian dari pedoman seleksi yang dapat digunakan:
- Kesegaran buah dapat ditentukan dari tangkainya. Apabila buah telah
jatuh dari pohon, tangkainya akan mulai mengering. Penjual yang tidak
jujur akan mencoba untuk membalut atau mengecat tangkai untuk
menghalangi pembeli mengenali kesegarannya. Penjual yang kurang pintar
mungkin malah akan membuang tangkai durian.
- Kebanyakan peminat menggemari buah durian yang kering dan matang.
Sebuah cara mudah untuk mengetahui apakah isi durian itu kering tanpa
membuka buah adalah dengan menggoncangkan buah dan merasakan getaran
kecil. Isi durian yang lembap melekat pada kulit buah. Isi durian yang kering cenderung untuk berpisah dari dinding buah. Orang mestilah berhati-hati agar tidak tergores oleh duri buah durian ketika melakukan ini.
- Durian mungkin diserang oleh ulat perusak yang bertelur di dalam buah yang berkembang menjadi larva.
Ketika membeli buah durian pembeli harus menghindari buah yang
berlubang pada kulitnyanya karena sering kali ini merupakan tanda adanya
"ulat" di dalam buah.
Membelah durian
Orang yang baru belajar membeli durian dianjurkan membeli durian yang
telah siap dibuka karena membelah durian agak sukar. Biasanya kita
dapat dengan mudah menemukan penjual yang memberi pelayanan membelah
durian. Bila pembeli sudah setuju untuk membelinya, penjual biasanya
akan membelah durian sebagai pelayanannya. Mereka bersedia melakukannya,
meskipun mereka tidak memindahkan isinya ke dalam bungkusan lain. Namun
buah durian yang sudah dibelah perlu segera dimakan karena buah itu
cenderung untuk "berkeringat". Bila isi durian mulai menghasilkan air, buah durian akan kehilangan rasanya dan tidak banyak gunanya.
Orang dapat belajar membelah durian dengan hati-hati dengan peralatan
yang biasa terdapat. Periksalah kulit luar buah untuk menemukan "garis"
(kampuh) sepanjang permukaan di mana duri durian tersusun membentuk
garis lurus. Umumnya terdapat hingga 5 garis sepanjang permukaan buah
durian.
Bagian tangkai
durian harus dibalikkan dan garis urat durian akan bertemu pada satu
titik di ujung buah. Pelan-pelan tusukkan benda tajam (pisau) pada titik
ini, lalu goreskan sepanjang "garis" yang sudah terlihat sebelumnya. Sarung tangan
atau sehelai kain yang tebal dapat digunakan untuk memegang buah durian
dengan sebelah tangan, sementara tangan yang satunya untuk melakukan
tugas ini. Waspadai risiko tertusuk duri durian.
Bila kulit buah durian telah terbuka menjadi dua bagian, isi di dalam
telah siap untuk dimakan. Ruas selebihnya dapat dibelah dengan
menggunakan telapak tangan dengan cara merobek ujung kulit durian
sedikit pada sepanjang pusat titik tengah sebelumnya.
Panas
Menurut banyak cerita yang berkembang di masyarakat (
urban legend), Durian dianggap sebagai makanan yang
panas, dan sehabis makan durian biasanya tubuh akan berkeringat. Cara yang umum digunakan untuk mengatasinya adalah dengan menuangkan air
tawar pada bagian kulit buah yang telah kosong, lalu diminum. Selain
itu, musim durian biasanya terjadi bersamaan dengan musim manggis, yaitu
buah yang dianggap mendinginkan badan. Dengan demikian, kedua buah
kemudian dimakan bersama-sama.
Secara ilmiah, klaim-klaim di atas tidak pernah dibuktikan.
Kemungkinannya ialah karena kandungan nutrisi durian yang padat, orang
yang makan durian sering makan kebanyakan sehingga akhirnya mengalami
kenaikan tekanan darah. Hal tersebut merupakan reaksi yang alamiah jika terlalu banyak memakan makanan apapun.
Durian tanpa duri
Sebagian durian dijual "tanpa duri". Duri buah durian ini ternyata
telah dibuang ketika duriannya masih muda. Jadi tidak alami. Sebagian
durian memang hampir tidak berduri karena durinya kurang dari 5 mm.
Sumber : wikipedia.org